Sabtu, 09 April 2011

Sebuah Pelajaran dari GARAM

KIM ( kesos informal meeting)
(  19 maret 2011)


Garam

di suatu desa  yang jauh , ada seorang aak kecil sedang berbincang - bincang dengan gurunya . si anak kecil curhat kepada guru tersebut,tentang masalah yang di hadapinya.
percakapan pun dimulai:
" pak akhir2 ini saya tidak bisa ketawa dan saya tidak tahu pasti apa penyebabnya " kata anak tersebut.
sang guru pun hanya tersenyum mendengar kata- kata anak itu , setelah itu guru tersebut mengajak anak tersebut ke dalam dapur , dan anak itu di beri segenggam "garam" lalu pak guru berkata " nanti garam ini kamu bawa pulang dan masukkan sebagian kedalanm air segelas. lalu minumlah air itu dan besok temui aku lagi " seteah mendengar penjelasan dari gurunya anak itu pun menurutinya . sesampainya dirumah anak itu pun langsung mempraktekkan apa yang di suruh gurunya tadi dan meminum aer tersebut.
keesokan harinya anak itupun menemuhi gurunya , belum, sempat anak ituy bertanya sang gurupun bertanya " bagaimana saranku kemarin apakah sudah engkau laksanakan ." sudah pak guru " jawab anak tersebut. lantas bagaimana rasa air itu , rasanya asin pak ...
setelah itu pak guru mengajak anak itu ke sebuah danau dan naek perahu ketengah danau . sesampainya di tengah danau pak guru menyuruh anak itu melemparkan sisa garam yang diberikan kepada anak itu kemarin ke dalam danau . setelah itu pak guru menyuruh anak itu meminum air danau itu ,
dan pak guru berkata " ap yang kamu rasakan dari air danau itu " anak itu menjawab " tidak ada rasanya pak "
 hikmahnya :
dari cerita tersebut dapat kita ambil pelajaran yang sangat berharga yaitu dalam menjalani kehidupan ini pasti setiap manusia memiliki berbagai macam masalah yang merintangi kehidupan , hal ini di analogika sebagai garam . dan tugas kita adalah bagaimana mengeolah hati kita ini agar suatu masalah tidak terasa berat , sebagai mana dlam cerita tadi, apabila hati kita kecil dalam menghadapi suatu masaah maka garam tersebut akan terasa asin seperti garam yang dimasukkan kedalam gelas , tetapi beda jika hati kita besar dalam mengahdapi maslah tadi seperti halnya garam yang dimasukkan kedalam danau maka garaam tidak terasa ,
maka dari itu lapngkanlah hati kita dalam menghadapai suatu masalah . karena setiap makhluk yang hidup pasti memiliki maslah ,tinggal kita saja yang akn memendng apakah masalah itu akan menjaddi suatu beban atau malh sebaliknya ........